Kata-Kata Bijak
Friday, July 30, 2010
Bila Bayi Terus Menangis
Bayi terkadang bisa menangis tanpa henti yang membuat orangtua menjadi panik dan khawatir. Normalkah bayi yang menangis tanpa henti? Labels: Bayi, detik.com, Ibu dan Anak, Menangis
Jika bayi sudah diperiksa oleh dokter dan dinyatakan sehat, maka bayi yang sering menangis masih masuk ke dalam tahap normal.
Ada kecenderungan bayi akan memiliki tangisan yang berbeda jika sedang sakit atau merasa lapar, karena itu orangtua juga harus menggunakan nalurinya untuk menentukan apakah bayi harus diperiksa ke dokter atau tidak.
Dikutip dari Babycenter, Jumat (30/7/2010) sebuah penelitian menunjukkan bahwa menangis mengikuti pola perkembangan si bayi yang dikenal dengan kurva menangis (crying curve), yang terjadi selama beberapa bulan pertama kehidupan.
Biasanya bayi akan lebih sering menangis pada usia 2-3 minggu dan mencapai puncaknya saat usia 6-8 minggu. Kemudian setelah itu akan mulai menurun dan mencapai level terendahnya saat berusia 4 bulan.
Terkadang bayi lebih sering menangis pada sore menjelang malam hari. Hal ini dikarenakan pada saat itu bayi harus melepaskan ketegangannya setelah melewati hari yang panjang.
Bayi juga rentan mengalami kolik yang didefinisikan sebagai tangisan bayi yang tak terkendali. Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan bahwa bayi kemungkinan mengalami kolik, yaitu bayi berusia kurang dari lima bulan, menangis selama lebih dari 3 jam dan berturut-turut selama tiga hari atau hingga mencapai seminggu.
Jika bayi menangis tanpa alasan yang jelas dan sulit untuk ditenangkan, sebaiknya orangtua tidak mengungkapkan rasa frustasinya dengan menggoyang-goyangkan bayinya. Karena jika terlalu keras menggoyang-goyangkan si bayi, bisa menyebabkan kerusakan otak dan dapat menyebabkan sindrom bayi terguncang (shaken baby syndrome).
Menangis merupakan cara bayi berkomunikasi dengan orang lain terutama orangtuanya, hal ini dikarenakan bayi belum bisa berkomunikasi dengan cara yang lain. Bagi pasangan yang baru menjadi orangtua, tentu sulit untuk menafsirkan apa arti dari tangisan bayinya.
Ada 10 alasan yang menyebabkan bayi menangis, yaitu:
1. Bayi merasa lapar
2. Popok yang digunakannya sudah penuh atau kotor, sehingga ia merasa tidak nyaman.
3. Bayi mengantuk dan membutuhkan tidur.
4. Bayi ingin digendong.
5. Mengalami masalah pada perut, seperti kolik atau perut kembung.
6. Lingkungan sekitarnya terlalu dingin atau panas.
7. Merasa sempit atau terlalu kecil, baik pakaian yang digunakan atau tempat tidurnya.
8. Bayi akan tumbuh gigi
9. Menginginkan lebih banyak stimulasi atau rangsangan.
10. Bayi merasa tidak enak badan atau tidak nyaman.
Orangtua sebaiknya tidak membiarkan bayi terus menangis karena jika bayi semakin keras menangis bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres.
Jika kejadian ini berlangsung terus menerus maka bisa menghasilkan banyak hormon stres yang dapat merusak otak bayi.(ver/ir)
Oleh Vera Farah Bararah - detikHealth






5 Comments:
Thanks for providing valuable information on the topic. Keep posting
October 30, 2010 7:16 PM
bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stres.
December 15, 2010 11:06 AM
jika terus-menerus nangis akan lebih baik jika langsung dibawa ke dokter anak agar dapat diketahui apa yang menjadi penyebabnya?
Business News Article
February 21, 2011 10:46 AM
ibu jika mendapati bayi menangis terus..ibu akan menggoyang-goyangkan bayinya...saya rasa itu yang dilakukan sebagian besar para ibu karena mereka tidak tahu ada dampak buruk bagi bayi..efek itu akan diketahui dalam waktu dekat atau setelah berapa lama ????
June 2, 2011 6:53 PM
Terima kasih infonya.. sangat bermanfaat.
" SUKSES SELALU UNTUK ANDA "
August 28, 2011 11:47 PM
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home